Faktor-faktor ini dapat
memicu atau bahkan memperburuk keadaan jerawat !!!
![]() |
| Penyebab Jerawat |
A. Hormon
Belum ada jawaban
pasti mengenai hormon adalah sebagai penyebab utama jerawat, namun dari
beberapa hasil penelitian, para ahli percaya bahwa penyebab utamanya adalah
peningkatan kadar androgen dalam tubuh. Androgen adalah hormon yang banyak
diproduksi seorang anak laki-laki maupun
perempuan selama dalam masa puber dan karena produksi hormone yang berlebih
maka, hormon inilah yang menyebabkan membesarnya kelenjar sebaceous sehingga
menghasilkan lebih banyak sebum dimana sebum yang berlebih tersebut mampu
memecahkan dinding sel dalam pori-pori. Selain itu perubahan hormonal yang berhubungan
dengan kehamilan ataupun penggunaan kontrasepsi oral juga dapat mempengaruhi
produksi sebum, hhmmm perlu digaris bawahi ini, ditambah lagi jumlah androgen yang
rendah yang beredar dalam darah (khususnya wanita) dapat pula memperburuk kondisi
jerawat.
B. Obat
![]() |
| Penyebab Jerawat |
Selain dari faktor internal
tersebut diatas, ada juga faktor eksternal yang bisa memperparah keadaan
jerawat,dan ini wajib kita waspadai , yaitu pemakaian obat anti jerawat. Ya,
pemakaian obat tertentu ataupun obat yang mengandung kortikosteroid, androgen
atau lithium yang tujuannya untuk menyembuhkan jerawat justru malah dapat
memperburuk kondisi jerawat kita,apalagi kalau kulit kita alergi terhadap zat
kimia tertentu maka bisa menyebabkan iritasi juga, makanya disarankan dalam pemilihan obat
jerawat haruslah sesuai petunjuk dokter specialist guna menghindari hal-hal yang
tidak kita inginkan tersebut.
Kortikosteroid adalah nama jenis hormon yang merupakan senyawa regulator seluruh sistem homeostasis tubuh organisme agar dapat bertahan menghadapi perubahan lingkungan dan infeksi. Hormonkortikosteroid terdiri dari 2 sub-jenis yaitu hormon jenis glukokortikoid dan hormon jenis mineralokortikoid.
Meskipun dalam
beberapa studi menunjukkan bahwa kerentanan terhadap jerawat juga bisa disebabkan
karena faktor genetic/keturunan. Beberapa obat yang mengandung androgen dan
lithium pun dapat menyebabkan jerawat. Juga penggunaan kosmetik yang mengandung
minyak dapat menyebabkan jerawat pada beberapa orang tertentu yang rentan
terhadapnya.
C. Diet.
Dalam beberapa Studi
menunjukkan bahwa faktor makanan tertentu, termasuk produk susu dan makanan
kaya karbohidrat - seperti roti, bagel dan keju - dapat memicu timbulnya
jerawat. Disamping itu ada juga cokelat yang telah lama terindikasi bahkan
terbukti memperparah kondisi jerawat. Dalam
sebuah studi baru-baru ini terbukti 14 orang dengan jerawat menunjukkan bahwa
mengkonsumsi coklat mampu meningkatkan jumlah jerawat. Maka penelitian yang
lebih lanjut dilakukan guna meneliti kepastian mengapa hal ini terjadi atau
apakah pasien jerawat harus mengikuti pantangan makanan tertentu “Diet tinggi glikemik dalam makanan dan
produk susu sangat era hubungannya dengan jerawat” menurut sebuah studi
baru yang diterbitkan dalam Journal of Academy of Nutrition and Dietetics.
D. Stres.
Stres
dan Jerawat : Apakah ada hubungan antara keduanya ?
Dalam
tempo waktu yang lama, beberapa dokter memperkirakan bahwa stress mampu
memperburuk kondisi jerawat, tetapi masih belum ada bukti kuat yang menyertai pernyataan tersebut,
meskipun dalam dekade terakhir dari hasil penelitian telah menunjukkan bahwa
dokter mungkin di jalur yang benar.
Pada
tahun 2003, sebuah studi Stanford University yang diterbitkan dalam Archives of Dermatology menemukan bahwa
mahasiswa memiliki jumlah jerawat yang bertambah selama ujian, masa di mana
mereka mengalami lebih banyak stres, dibandingkan hari biasa tanpa tes yang bisa
dikatakan bebas dari tekanan. Para ilmuwan pun menyimpulkan, meningkatnya stress
berhubungan erat dengan kemunculan jerawat.
Namun,
para ilmuwan belum merumuskan bagaimana persisnya faktor stres mampu
menimbulkan jerawat, hanya dari analisa yang dilakukan diketahui bahwa sel-sel
yang memproduksi sebum memiliki reseptor untuk hormon stres, menurut Garner.
Sebum adalah zat berminyak yang bercampur dengan sel-sel kulit mati dan bakteri
yang menyumbat folikel rambut sehingga menimbulkan jerawat. Ketika seseorang
dengan jerawat mengalami banyak stres, "entah bagaimana ini dikaitkan"
kata Garner sel sebum yang dihasilkan akan lebih banyak, dan ini berarti bahwa
lebih banyak minyak diproduksi untuk menyumbat folikel rambut yang sangat
memungkinkan menimbulkan lebih banyak jerawat lagi. Tapi analisa tersebut masih
sebatas petunjuk, dan mekanisme yang
sebenarnya tetap sulit untuk kita pahami. Disebutkan pula dalam sebuah studi
dari siswa SMA di Singapura 2007, peneliti dari Wake Forest University School of Medicine menemukan bahwa kondisi jerawat
seorang pelajar semakin memburuk selama
masa ujian, dibandingkan dengan periode rendah stres, seperti liburan musim
panas. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal medis Swedia, Acta Derm Venereol.Para peneliti sepakat berhipotesis bahwa peningkatan jerawat mungkin
disebabkan karena tingkat produksi sebum yang lebih tinggi selama masa stres.



0 komentar:
Posting Komentar